Pages

Minggu, 23 Oktober 2011

Jumat, 21 Oktober 2011

EA GO BLOG: Tips Sehat dah Murah "Terapi Minum Air Putih": Terapi air ini telah dibuktikan sukses oleh kumpulan pengobatan Jepang untuk penyakit lama dan serius dan juga penyakit moderen. ...

Kamis, 20 Oktober 2011

Satelit Baru Pluto ditemukan...

klik judul untuk membaca

Cerita Film: Kungfu Panda

Rabu, 19 Oktober 2011

PELAJARAN FISIKA KELAS XII IPA: KAPASITOR

PELAJARAN FISIKA KELAS XII IPA: KAPASITOR: Pada awal penyelidikan listrik tidak ada cara untuk dapat menyimpan muatan listrik dalam waktu yang lama. Bahkan ketika benda bermuatan dile...

Senin, 17 Oktober 2011

Alasan Lantai Masjidil Haram Tidak Panas

Alasan Lantai Masjidil Haram Tidak Panas


Ilustrasi jamaah haji thawaf di Kakbah
MELAKUKAN thawaf (memutari Kakbah) di malam dan siang hari memang berbeda. Jika malam hari, cuaca cukup sejuk. Karenanya, orang sekitar Mekkah jika ingin melakukan umrah biasanya dilakukan pada malam hari.
Begitu juga dengan warga di sekitar Kota Mekkah seperti Jeddah. Warga di kota yang berlokasi sekira satu jam perjalanan dari Mekkah ini, biasanya berangkat pada sore hari agar bisa salat Magrib berjamaah sekaligus melakukan umrah.
“Kebiasaan orang di sini begitu. Agak aneh kalau berangkat ke Mekkah untuk umrah pada pagi hari,” ucap guide MCH Jeddah, Sahe, yang sudah tinggal 23 tahun di Arab Saudi.
Memang suhu di Mekkah belakangan ini cukup panas berkisar antara 40-42 derajat celsius. Bandingkan dengan Jakarta yang puncak panasnya berada di kisaran 37 derajat celcius. Puncak panas biasanya terjadi pada pukul 15.00 waktu setempat. Setelah itu, terus menurun hingga malam hari.
Memang kondisinya sangat jauh berbeda. Jika malam hari, melakukan thawaf tidak terlalu menguras tenaga.
Berbeda halnya jika thawaf dilakukan siang hari. Keringat sudah pasti bercucuran karena panas matahari yang menyengat.
Meski demikian yang unik, meski mengelilingi Kakbah tanpa alas kaki, namun telapak tidak terasa panas sama sekali. Padahal tempat thawaf merupakan ruang terbuka, panas matahari langsung menerpa lantai marmer.
Ini berberda dengan lantai di jalan hendak keluar dari pintu Marwah. Saat berjalan, telapak kaki berasa sangat panas bak berjalan di atas bara api. Kami berjinjit dan berlari kecil untuk menghindari panas tersebut.
Lalu kenapa di lantai tempat thawaf dan di luar masjidil haram berbeda 180 derajat. Ini menimbulkan rasa penasaran. Salah satu ummal (cleaning service) di Masjidil Haram, Udin (40), mengatakan di bawah Kakbah dan tempat thawaf memang dipasang air conditioner agar telapak kaki peziarah tidak melepuh, kepanasan.
Setelah membaca buku Sami bin Abdullah al Maghlouthm ‘Atlas Haji dan Umrah’ dan sumber lainnya, barulah terungkap. Awalnya, tempat thawaf tidak berubin marmer seperti saat ini. Dulu hanyalah hamparan pasir lapang. Barulah pada masa Abdullah Ibnu Zubair. Ubinnya saat itu bergaris lima meter dari Kakbah, hingga 1375 Hijriyah atau 1954 M di masa Raja Abdul Azis sumbangan marmer terus berdatangan. Kini lantai marmer untuk thawaf terbuat dari marmer kualitas terbaik yang mampu menahan teriknya panas matahari.
Awalnya lokasi thawaf tidak seluas sekarang, terdapat bangunan di atas Maqam Ibrahim dan juga gerbang pintu masuk sumur Zamzam.
Pada masa Raja Faisal renovasi dilakukan melanjutkan periode Raja Saud, di antaranya adalah pembongkaran bangunan di atas Maqam Ibrahim, sehingga lokasi untuk thawaf lebih lebar dari sebelumnya.
Pada masa Raja Khalid, perluasan halaman untuk thawaf kembali diperlebar. Gerbang menuju sumur zamzam dipindahkan ke dekat serambi masjid sebelah timur. Karena itulah area thawaf menjadi lebih luas dari 3.298 meter menjadi 8.500 meter, seluruh bagian Masjidil Haram lama menjadi tempat thawaf.
Kemudian, renovasi dilanjutkan pada masa Raja Fahd. Dibangunlah ruang bawah tanah. Tak hanya itu, lantai bawah tanah juga dilengkapi dengan pengatur udara AC. Pusat mesinnya dibangun di kawasan Ajyad. Air dingin dialirkan di lantai bawah tanah berasal dari tempat yang sama.
Jadi wajar saja, jika lantai yang dipakai untuk tempat thawaf tidak berasa panas sekalipun suhu udara sangat panas. Ini adalah bentuk pelayanan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi terhadap jamaah yang setiap tahun harus meninggalkan sanak keluarga di negara mereka demi melaksanakan Rukun Islam ke-5.
Sumber: http://wisbenbae.blogspot.com/2011/10/mengapa-lantai-masjidil-haram-tidak.html

tertawa yang berbahaya

7 Kasus Kematian Karena Tertawa

1. Zeuxis, pelukis Yunani, menertawai lukisan wanita yang baru saja ia selesaikan. Kemudian karena tertawa terlalu berlebihan, akhirnya ia sesak napas dan mati pada akhirnya.

2. Konon, komedian Yunani, Philemon, mati karena menertawakan leluconnya sendiri.

3. Chrisyppus, seorang filsuf Yunani, mati karena tertawa pada saat melihat keledai sedang makan buah ara.

4. Pengarang eksentrik asal Skotlandia, Thomas Urquhart, mati ketika menertawakan perbaikan singgasana raja Charles II.

5. Malam bulan April 1872. Nyonya Fitzherbert, bersama teman-temannya yang berasal dari Northamptonshire pergi ke Drury Lane Theatre untuk menonton Beggar’s Opera. Ketika seorang karakter bernama Polly melakukan adegan konyol, Nyonya Fitzherbert tertawa begitu keras hingga tidak bisa berhenti dan terpaksa dikeluarkan dari ruang theatre. Satu minggu setelah malam itu, Nyonya Fitzherebert dikabarkan mati karena terserang histeria berkelanjutan.


6. 24 Maret 1975. Alex Mitchell mati tertawa saat menonton tayangan TV komedi The Goodies. Pada episode itu, muncul karakter yang berdandan khas orang Skotlandia dan bermain kungfu. Setelah 25 menit tertawa, Alex berhenti tertawa, kemudian merosot di sofa terkena serangan jantung. Istrinya yang mengetahui hal tersebut, mengirimkan surat pada Goodies karena telah membuat suaminya mati dalam kebahagiaan.


http://onthespotmania.blogspot.com/2011/10/7-kasus-kematian-karena-tertawa.html

tipuan pesulap

Ketika menonton sulap, semakin keras Anda mencoba untuk memperhatikan jari-jari kilat pesulapnya, maka akan semakin mudah Anda tertipu. Ini bukan kebetulan. Ketika Anda akan mepelajari “Permainan Otak,” sebuah seri baru pada National Geographic Channel yang menggambarkan mukjizat kecil serta memerlukan perhatian dan pembentukan memori kenangan, otak berjalan dengan daya 12 Watt atau sekitar sepertiga dari jumlah yang digunakan oleh sebuah bola lampu kulkas. Daya yang terbatas semacam itu membuat kita sangat rentan terhadap tipuan karena hanya memungkinkan kita untuk berkonsentrasi pada satu hal dalam suatu waktu. Pesulap menggunakan pemikiran tunggal untuk menciptakan efek yang besar.

Otak memiliki dua jenis perhatian. Pertama, “top-down” atau keputusan untuk memperhatikan, yaitu apa yang Anda gunakan ketika Anda memutuskan untuk terfokus pada stimulus atau tugas. Perhatian top-down dikendalikan oleh bagian otak yang disebut korteks prefrontal. Kedua, “bottom-up” atau keterkejutan ketika kita cepat mengalihkan fokus ke stimulus yang tak terduga, seperti telepon berdering. Ini adalah respon sistem yang dikontrol oleh daerah otak yang disebut korteks sensorik.

Pesulap menipu Anda dengan menguasai kedua bentuk perhatian tersebut. Dalam “Permainan Otak”, seorang seniman sulap tangan bernama Apollo Robbins, yang pernah mendampingi mantan Presiden Jimmy Carter, mengatakan, “Mengganggu orang bisa sangat sederhana.” Robbins menggunakan “gangguan top-down” dengan cara mengajak orang untuk terfokus pada kata-kata dan tindakannya. Dengan menghibur, ia menuntut perhatian. Sementara itu, ia diam-diam mengambil jam tangan atau syal mereka. “Jika saya harus mencuri dari tempat yang sulit, saya menggunakan strategi perhatian ‘bottom-up’ untuk mengarahkan fokus,” kata Robbins. Bertepuk tangan keras, gerakan mendadak, atau melambaikan sendok di udara, merupakan contoh strategi tersebut.

Anda mungkin berpikir bahwa Anda tidak akan dijatuhkan oleh strategi sederhana seperti itu karena mungkin menganggap diri Anda multitasker [memperhatikan beberapa hal sekaligus]. Namun, menurut para ahli, multitasking adalah ilusi.

“Kenyataannya, kita hanya dapat memproses satu hal pada suatu waktu. Kita adalah prosesor seri yang efektif,’” kata David Strayer, seorang psikolog yang melakukan penelitian terhadap perhatian di University of Utah. “Ketika kita mencoba melakukan multitasking, kita hanya beralih dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya.”

Terlepas dari kenyataan jika scan otak menunjukkan bahwa kita hanya bisa fokus pada satu hal dalam suatu waktu, Strayer menjelaskan, orang sering memiliki ilusi bahwa mereka menyeimbangkan semua tugas yang sama dan berkinerja baik pada semuanya. “Anda menjadi buta terhadap kinerja Anda sendiri yang terganggu,” katanya. Pangkalan Berita Unik

( Sumber: http://haxims.blogspot.com/2011/10/bagaimana-cara-pesulap-menipu-kita.html )

Senin, 10 Oktober 2011

prakata

yes.......

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Skull Belt Buckles